Hello World after Labor

Assalamualaikum..

Halooo blog yang semakin lama semakin berdebu karena jarang dijamah pemiliknya. Baru ngeh terakhir kali update blog ini ketika lagi super deg-degan menunggu kelahiran Adzkiya (yep, that’s the name of the baby inside the belly). Ada begitu banyak rencana untuk blog ini loh padahal. Sampai rasanya di otak numpuk dan kesel karena ga ada yang jadi kenyataan (terlalu malas untuk update blog pas hamil hahahaha)

Bagaimana kalau kita list saja rencana untuk blog ini? Masalah jadi atau nggaknya urusan belakangan. Hitung-hitung di list agar one day aku tahu milestone untuk blog ini tuh apaaa hahaha.. Ok mulai saja ya..

  1. Once aku lg prepare buat euro trip X baby moon, aku pingin banget berbagi tips travel seperti book hotel, book airbnb, book train ticket dll.
  2. Once aku pulang dari euro trip X baby moon, aku pingin banget berbagi tips travel di masing-masing negara yaitu Belanda, Belgia, dan Perancis.
  3. Naah pas hamil aku pingit bgt berbagi trimester 1 101, trimester 2 101, sampeee trimester 3 101.
  4. Birth story yang menurutku teramat sangat sangat memorable dan nggak akan aku lupa
  5. Chilbirth Education Class di Nujuh Bulan
  6. mengASIhi
  7. First month as a mother
  8. daaaan pengalaman2 mengenai ibu ibu baru yang penuh keodongan, baby blues, tapi magical

yayaya I know pas baca ini keliatan banget maunya banyak tp 0 besar, Palingan baru ada 1 tambahan kategori travel babble ya di blog ini. Musti ada Pregnancy and Motherhood Babbles kayaknya yaah karena sekarang aku bukan lagi remaja galau tak tentu arah. Sekarang sudah jadi ibuk ibuk tukang curhat di snapgram hahahahahaha.

Anw Adzkiya sepertinya mulai ngulet-ngulet minta mim. Sudah yaaa.. hihihi

Advertisements

Social Media Lately

Saya sedih juga liat social media lately.

Kayak yang penuh debat dan kebencian.. padahal saudara sendiri.

Saya sendiri bukan orang yang cukup aktif di facebook kecuali untuk share video2 lucu dan menggemaskan yang kadang jauh dari kata penting hahahaah. Saya juga bukan orang yang lugas mengemukakan pendapat di facebook. Pengecut? Yah mungkin juga ya… terserah juga sih ya orang mau ngomong apa.. tapi dengan kondisi masyarakat yang segitu sensitifnya belakangan ini rasanya lebih bijak diam daripada mengucapkan satu kata tapi nanti puluhan orang menangkap berbeda. Mending kalo nangkepnya ke arah positif, kalo ke arah negatif… aduh lelahnya… apalagi kalo sampe masuk ke ranah debat kusir. -__- HIH.

Saya sebenarnya sungguh berharap kita dapat lebih fokus kebermanfaatan yang dimulai dari sendiri. Mencoba untuk menjadi manusia yang sebaik-baiknya manusia dengan cara apapun. Yahhh at least kalaupun kita ga punya kemampuan apa-apa seenggaknya kita tidak membuat kerugian dan menyakiti orang lainnn laah (Errr hahahaha)

Saya tidak akan membahas sisi mana yang benar dan sisi mana yang salah karena sampe akhirnya manusia bisa pindah ke planet Jupiter juga nggak akan ada satu penarikan kesimpulan yang memuaskan semua pihak. Saya hanya akan membahas bahwa kita diberikan akal sehat untuk mencari tahu, berfikir, bertindak, bersikap, dan hidup dengan cara yang diridhai-Nya. Bertindaklah based on itu.

Kita selalu punya pilihan untuk menyebarkan cinta atau dengki, marah atau kasih, manfaat atau musibah. Rasanya kita tahu harus memilih yang mana kan? Susahkah untuk berbuat positif? Susaaah tapi bukan berarti ga mungkin. Inhale dan exhale sebelum mulai men-judge sesuatu ke arah negatif.. banyak2lah baca buku.. dan berdiskusi dengan orang yang tepat.. baca dan pahami sesuatu dengan kepala dingin dan postif.. juga beribadahlah maksimal sesuai dengan perintah Tuhan-mu…dan yang paling manjur BERSYUKUR.

Karena dengan syukur dunia rasanya lebih damai dan indah… Hayoooo, kita sudah bersyukur belum hari ini?

Disclaimer : I do hope this content doesn’t make any people thinks negatively because trust me, I made it not to harm anyone. I made this just to remind myself that there is always a choice whether you want to be negative or positive… and I don’t think choosing to be negative is quite wise for the sake of your own mind :p

Selamat bersyukur dan berfikir positif  😉

Aneh memang

“Sungguh suatu hal yang sangat aneh, jika Anda mengetahui-Nya kemudian tidak mencintai-Nya, atau mendengar panggilan-Nya kemudian tidak memenuhi-Nya, mengetahui betapa besar keuntungan berinteraksi dengan-Nya lalu berinteraksi dengan selain-Nya, mengetahui betapa besar murka-Nya kemudian membelakangi-Nya, dan lebih aneh lagi bila Anda yakin bahwa Anda membutuhkan-Nya kemudian berpaling dari-Nya.”
Quraish Shihab

Pejuang Buang Air di Eropa

Kebetulan pada tanggal 7 April 2017 s.d 17 April 2017 saya dan suami berkesempatan mengunjungi 3 negara di Eropa untuk bersilaturahmi dengan teman suami dan sekalian babymoon sebelum nantinya insyaAllah disibukkan dengan perdedebayian yang sekarang bertumbuh gemesh di perut ibuk. Nahhh dalam perjalanan di Eropa ini, ada hal yang paling paling paling mengganggu menurut saya karena saya beser dan saya hamil jadi keinginan beser menjadi bagai dikuadratkan. Bisa sejam sekali saya pingin pipis dan durasi penahanannya tidak bisa terlalu lama karena takut membahayakan kandungan saya yang saat itu berumur 6 bulan.

Sayangnya, Eropa bukan Indonesia yang begitu dermawan akan toilet baik gratis maupun toilet bayar sukarela. Di Eropa toilet sebagian besar tidak gratis. Di Belanda, saya harus bayar 0.5 – 0.7 Euro untuk sekedar buang kecil dan kalau di kurskan sekitar 7000an. 7000AN LOH HANYA UNTUK PIPIS. itu kalo di Indonesia udah dapet soto ayam pinggiran ga pake nasi. Ada sih toilet gratis di Belanda dan Paris tapi ya sungguh bisa dihitung dengan jari.

Coba saya list ya toilet gratis menurut saya di daerah tersebut.

Belanda (Amsterdam, Delft, Roermond, Haarlem, Zaandam) :

Schipol Airport, Designer Outler Roermond, Intercity Train (dan ini jorooook maksimal kecuali intercity yang antar negara), Thalys train (ini bersih), rumah temen (yaiyalaaah hahahaha)

Perlu diingat bahwa di stasiun aja pipisnya bayar, dan di stasiun besar macam Amsterdam Centraal, ga semudah itu juga nyari toilet.

Belgia (Brussels) : nah di sini saya ga sempet ke toilet manapun, dan cukup pipis di toilet hotel.

Perancis (Paris) :

Public Toilet di Sekitaran Eiffel (yang warnanya abu2 dan ngantri maksimal), Grande Mosquee du Paris, KFC Paris (kalo KFC di Belanda bayaaar), toilet hotel, kafe-kafe kebab halal juga ada toilet gratis yang ga jorok sih.

Sungguh merupakan penderitaan karena udara dingin saya pun jadi makin sering berhasrat untuk pipis. Jadi jalan-jalan di Eropa itu sedihnya ya di buang airnya karena minum airnya mah gampang karena tap waternya kan bisa diminum begitu aja. Ibaratnya, masuk gratis keluar bayar. Hahahaha.

Oh ya dan toiletnya memang tidak menyediakan alat cebok berupa air jd cukup tissue. Sebagai orang Indonesia dan muslim yang memikirikan kehigienisan ketika cebok saya jadi wajib bawa air ke mana2 untuk memudahkan proses tersebut.

But anyway, itu cuma hal kecil dari banyak hal maju dan menyenangkan di Eropa. Hihihihi.. jadi ga perlu urung ke Eropa hanya karena toiletnyaaaa.. Pipis sepuas2nya di hotel.. dan jangan ditahan2 kalo emang mau pipis. juga jangan ditahan2 kalau mau minum karena minum harus banyak ketika suhu begitu dinginnya daripada dehidrasi kannnn.. 😀

Cuitan Sebulan Bersama (pt. 1)

Cuitan ya ini namanya karena kayaknya postingan blog kali ini, bukan berupa rangkaian kata yang seamless dan uwooow seperti biasanya (yaelah emg biasanya jg gak uwooow juga kaliii) hahahaha..

Cuitan pertama di blog (yang niatnya blog bijak nan puitis yang luar biasa keren tapi gagal), sepertinya akan mengenai sebulan pertama setelah menikah (Dengan orang yang supppeeeer kalem tapi boong).

Pak Suami yang dirahasiakan namanya (tapi terpampang nyata di instagram saya) ini adalah suami yang bagi beberapa orang kalem dan dewasa. Namun setelah beberapa lama hidup dengannya saya tahu betul bahwa pak suami ini orangnya seru, menyenangkan, lucu, dannnnnn sungguh mudah untuk dijatuhcintai (bahasa apa iniiii hahahaha). Ya sebagian besar akan membalas dengan “yaiyalah situ kan masih honeymoon phase”.

Ya Alhamdulillah honeymoon phase kita memang in a very happy mode dan excited mode karena memang so far kami sangat bahagia (pak suami, bapak bahagia kan? awaaaas kalo jawabnya mikiiirrr *loh kok). Ya kan serem kan kalo honeymoon phase saya cerita kalo pernikahan saya horror, ribut terus, bete2 terus, lempar2an piring, tabung gas, dll. NAUDZUBILLAH MINDZALIK kaaannn kalo begitu.

Ya pak suami ini punya pertanyaan yang lucu ketika awal2 tinggal bersama.

Suami : “Bu, kamu kalo cuci piring pas kapan?”

Saya : “Abis makan ya cuci piring sih”

Suami : “Oh ok aku juga gitu deh….”

Dih, emang harusnya kapan? hahahah pasti ditumpuk baru dicuci kaaan. dan sekarang prestasi terhebatnya adalah pak suami sungguh rajin cuci piring. Cocok dia jadi duta sunlight gantiin Rafi Ahmad. *hadiahi dengan kecupan

Semoga saja ya semoga.. kita selalu sama-sama. Sama-sama bahagia, sama-sama seru, dan sama-sama berusaha untuk selalu bersama.

..

 

 

Belajar menjadi Dream Team

Akhir-akhir ini saya sedang ingin menulis lagi, tapi yang terjadi setiap kali membuka laptop, menyambungkannya ke wifi rumah, saya malah browsing blog orang sehingga akhirnya blog wandering sampai sangat jauh kemudian lupa tujuan awal saya buka laptop kan mulai menulis blog lagi.

Tapi sebenarnya, blog wandering juga tidak mengurangi manfaat (pembenaran banget ini sih) karena saya mendapati banyak sekali penulis penulis blog yang berbakat yang sangat pandai merangkai kata dan insights. Salah satu tulisan adalah dari herricahyadi.tumblr.com. Tulisan ini dibuat sebenarnya sebagai jawaban dari pertanyaan dari seseorang mengenai kriteria pekerjaan istri.

Jawabannya menurut saya sangat mengalir dan pantas untuk ditelisik lebih dalam.

Begini kira-kira tulisannya :
Anon Kepo: Kriteria Pekerjaan Istri?

Selamat Sore, Anon!

Kalau menurut saya, perempuan itu adalah partner laki-laki, bukan subordinat atau di bawah bayang-bayang dominasi laki-laki. Tidak seperti itu. Perempuan itu mempunyai kewajiban yang sama seperti laki-laki sesuai dengan kadarnya masing-masing. Nah, masalah kadar inilah yang sering menjadi perdebatan, sebab takarannya tentu penuh dengan tafsiran. Tapi, pada dasarnya hak dan kewajibannya sama. Misal, menurut saya, dalam mengurus rumah tangga dan anak haruslah berdua. Keduanya harus bekerja sama sebagai sebuah tim. Berbagi tugas karena kesadaran, bukan karena budaya. Misal, urusan rumah tangga adalah kewajiban istri itu budaya. Rasulullah saja mencuci baju sendiri. Jadi sadar bahwa hak dan kewajiban itu berangkatnya dari kesetaraan. Ini dasar sekali sebelum bicara mengenai pasangan kita. Pahami bahwa kita juga memiliki hak dan kewajiban yang sama, baru membicarakan hak dan kewajiban orang lain.

Sekarang, mengenai istri yang bekerja. Saya, pada dasarnya punya prinsip: kehadiran saya dalam kehidupan istri adalah untuk membantunya mencapai segala impiannya. Menjadi orang yang menemani proses ia menjadi sosok yang diinginkan. Menjadi sayap sebelah kanan untuk ia dapat terbang. Menjadi kaki sebelah kiri untuk ia dapat berlari. Menjadi sesuatu yang justru dengan kehadiran saya mempercepat itu semua, bukan malah menghambat. Apa jadinya jika kehadiran saya justru menghentikan karir yang telah ia bangun, bisnis yang telah ia rintis, penelitian yang telah ia susun? Apapun yang ia mau, selama kita menjadi sebuah tim dengan tujuan yang jelas dan paripurna, pasti akan saya dukung.

Pun, saya tidak mau anak-anak kami ketika besar nanti tidak memiliki sesuatu yang bisa diteladani dari ibu mereka; perjuangan, integritas, kecerdasan, dan keshalihan. Sosok yang didamba oleh suami dan anak-anaknya, bukan?

————————————————————————-

Nah, agar saya cukup ada gunanya di postingan blog kali ini, saya akan coba jawab dari sudut pandang saya sebagai seorang perempuan.

Saya sebagai perempuan dan juga sebagai manusia tentunya mempunyai mimpi-mimpi yang ingin dicapai. Mimpi-mimpi itu salah satunya ada dalam bentuk karir dan pendidikan. Tidak saya pungkiri saya ingin melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan mencapai apa yang sering orang2 sebut sebagai aktualisasi diri (Walaupun pencapaian aktualisasi diri itu sebenarnya apa juga kan didefinisikan oleh manusia sendiri )

Terlepas dari mimpi-mimpi saya yang bercabang-cabang dan tinggi layaknya pohon beringin yang ratusan tahun tak ditebang, saya juga memiliki akar tunjang yang membuat saya wajib berpijak di bumi. Akar itu bagi saya adalah kodrat saya sebagai seorang perempuan. Nah kodrat ini yang memang kadang masing2 orang dengan pemahaman yang berbeda menafsirkan berbeda2.

Sesemangat apapun.. segiat apapun saya meraih mimpi saya selalu punya kodrat untuk selalu siap sedia untuk keluarga.

Saya tidak akan meminta untuk disetarakan dengan laki-laki. Tidak. karena kami memang tidak akan pernah setara. karena kami memang tidak apple to aplle. untuk apa ingin disetarakan. Kami punya kodrat dan tujuan masing-masing kenapa ada di bumi, bukankah sebaiknya memang untuk saling menopang, berjalan seiring, saling mendukung, dan mempercepat laju satu sama lain.

Ada satu hal yang dari dulu ingin saya utarakan mengenai sudut pandang saya mengenai posisi wanita sebagai seorang istri nantinya. Saya tidak tahu juga apakah saya sepikiran dengan teman-teman lain 😀 Jadi begini sih…

Pernikahan atau ketika seseorang berpasangan.. saya tidak ingin hal tersebut seperti pagar yang membatasi ruang gerak bagi kedua belah pihak. Seakan jika menikah seorang individu tak lagi berhak dan mampu bermimpi apalagi merealisasikannya. Bukankah pernikahan sebaiknya menjadi tempat bersatunya kekuatan dan mimpi? Ketika seorang istri menemani sang suami berproses meraih mimpinya. Menyemangati ketika runtuh, dan tertawa bersama dengan riuh ketika mimpi itu berhasil terengkuh. Bukankah menikah adalah membentuk suatu dream team di mana kekuatan bertambah bukan meredup untuk kemudian tutup.

Ah apalah saya, menikah saja belum tapi sudah banyak omong. Hahahah tapi sungguh dari dulu saya ingin seperti itu… Karena gak tau kenapa I love caring people. By caring someone else and giving strength I feel like I was charging my self to be happy  and to be positive. 😉

Selamat belajar menjadi dream team ya teman-teman 😉

Septia.Mieke Custom Label

Assalamualaikum 🙂

Saya dan business partner (Sekaligus sahabat dan partner in crime) saya bernama Septia memang sedang bekerja sama (baca : struggling) untuk mendirikan sebuah clothing line dengan unsur modest dan hijab friendly sejak tahun 2013 bernama Hermosa by SM. Selain adanya visi profit dan moral karena membawa tema baju yang modest namun tetap fashionable, kami juga menjadikan Hermosa by SM  sebagai ajang kami belajar mengenai industri fashion, komunitasnya, marketing campaign, financial report, bahan baju, penjahit, dan lain lain. Banyak sekali yang telah kami lewati sampai kami akhirnya memutuskan untuk membuat sister brand bernama Septia.Mieke Custom Label untuk membantu teman-teman yang ingin membuat baju tertentu sesuai keinginan dan ukuran mereka. Kami mendirikan ini hitung2 untuk tambah modal juga karena kalau custom kami bisa terlebih dahulu forecast kebutuhan modal kami per pieces baju yang dipesan.

Semua berjalan lancar. Kami mulai membantu teman-teman yang ingin membuat office wear ke kantor namun modest dan tetap cantik karena mereka baru berhijab, disesuaikan juga dengan jenis bentuk tubuh. Kami juga menerima order untuk bridesmaid dress atau kebaya. Bahkan kami sempat membuat seragam untuk beberapa perusahaan yang cukup terkenal. Sampai akhirnya, kami kurang mengurusi Hermosa by SM. Timeline yang kami buat utuk beberapa koleksi harus mundur karena mengejar deadline baju baju pesanan. Penjahit-penjahit kami pun fokus ke proses penjahitan dan kami setiap weekend harus fitting ke sana ke sini karena kami belum memiliki workshop sendiri.

Last project kami adalah pernikahan teman kami. Ia akan mengadakan pernikahan di Singapura dan Jakarta. Teman kami tersebut memesan bridal gown untuk proses pemberkatan di Singapura serta baju-baju untuk bridesmaid-nya. Project terakhir inilah yang membuat kami memutuskan untuk menghentikan sementara label custom septia.mieke karena sepertinya dari sisi waktu dan kondisi resources kami belum siap. Kami sungguh kewalahan menghandle lebih dari 10 bridesmaid gown belum lagi ada beberapa gown yang tidak sesuai dengan hati nurani kami karena menyesuaikan dengan keinginan beberapa bridesmaid. It was a disaster. Kami sungguh-sungguh menjadi super cranky dan desperate. Beberapa pengiriman Hermosa by SM pun terhambat. Ya, kami memang belum siap untuk membesarkan adik dari Hermosa by SM. Padahal Hermosa adalah mimpi awal kami.

Ketika hari H datang, kami sudah siap menerima malu dan cemoohan terhadap gaun yang kami buat karena kami sendiri merasa kurang maksimal. Ternyata, gaun-gaun yang kami buat mendapat banyak pujian. Detail dan desain kami yang modern membuat gaun kami terlihat cantik. Kami cukup bahagia namun kami tetap merasa bahwa kami harus secara maksimal menyiapkan infrastruktur untuk workshop custom label kami sebelum meneruskan septia.mieke. Kami pun memutuskan untuk vacuum dan fokus ke ready to wear hijab friendly clothing line kami Hermosa by SM. Sekarang Hermosa by SM sedang launching collection baru yang bernama Origamaze dengan cutting unique, simple, dan casual. Check @hermosabysm instagram for more info. Range harga dari 200.000 – 250.000 🙂

Anyway, berikut adalah contoh dari septia.mieke custom label. Ah, sebenarnya saya kangen sekali mendesain kebaya dan sejenis gaun gaun unyu untuk ke pesta. Apa daya, semua harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan lebih maksimal 🙂

_20141025_125717
Ms. Rica sebelum pemberkatan
the baby blue gowns were designed and made by septia.mieke
the baby blue gowns were designed and made by septia.mieke

SEMANGAT! Mari fokus Hermosa-an duluuu