Pejuang Buang Air di Eropa

Kebetulan pada tanggal 7 April 2017 s.d 17 April 2017 saya dan suami berkesempatan mengunjungi 3 negara di Eropa untuk bersilaturahmi dengan teman suami dan sekalian babymoon sebelum nantinya insyaAllah disibukkan dengan perdedebayian yang sekarang bertumbuh gemesh di perut ibuk. Nahhh dalam perjalanan di Eropa ini, ada hal yang paling paling paling mengganggu menurut saya karena saya beser dan saya hamil jadi keinginan beser menjadi bagai dikuadratkan. Bisa sejam sekali saya pingin pipis dan durasi penahanannya tidak bisa terlalu lama karena takut membahayakan kandungan saya yang saat itu berumur 6 bulan.

Sayangnya, Eropa bukan Indonesia yang begitu dermawan akan toilet baik gratis maupun toilet bayar sukarela. Di Eropa toilet sebagian besar tidak gratis. Di Belanda, saya harus bayar 0.5 – 0.7 Euro untuk sekedar buang kecil dan kalau di kurskan sekitar 7000an. 7000AN LOH HANYA UNTUK PIPIS. itu kalo di Indonesia udah dapet soto ayam pinggiran ga pake nasi. Ada sih toilet gratis di Belanda dan Paris tapi ya sungguh bisa dihitung dengan jari.

Coba saya list ya toilet gratis menurut saya di daerah tersebut.

Belanda (Amsterdam, Delft, Roermond, Haarlem, Zaandam) :

Schipol Airport, Designer Outler Roermond, Intercity Train (dan ini jorooook maksimal kecuali intercity yang antar negara), Thalys train (ini bersih), rumah temen (yaiyalaaah hahahaha)

Perlu diingat bahwa di stasiun aja pipisnya bayar, dan di stasiun besar macam Amsterdam Centraal, ga semudah itu juga nyari toilet.

Belgia (Brussels) : nah di sini saya ga sempet ke toilet manapun, dan cukup pipis di toilet hotel.

Perancis (Paris) :

Public Toilet di Sekitaran Eiffel (yang warnanya abu2 dan ngantri maksimal), Grande Mosquee du Paris, KFC Paris (kalo KFC di Belanda bayaaar), toilet hotel, kafe-kafe kebab halal juga ada toilet gratis yang ga jorok sih.

Sungguh merupakan penderitaan karena udara dingin saya pun jadi makin sering berhasrat untuk pipis. Jadi jalan-jalan di Eropa itu sedihnya ya di buang airnya karena minum airnya mah gampang karena tap waternya kan bisa diminum begitu aja. Ibaratnya, masuk gratis keluar bayar. Hahahaha.

Oh ya dan toiletnya memang tidak menyediakan alat cebok berupa air jd cukup tissue. Sebagai orang Indonesia dan muslim yang memikirikan kehigienisan ketika cebok saya jadi wajib bawa air ke mana2 untuk memudahkan proses tersebut.

But anyway, itu cuma hal kecil dari banyak hal maju dan menyenangkan di Eropa. Hihihihi.. jadi ga perlu urung ke Eropa hanya karena toiletnyaaaa.. Pipis sepuas2nya di hotel.. dan jangan ditahan2 kalo emang mau pipis. juga jangan ditahan2 kalau mau minum karena minum harus banyak ketika suhu begitu dinginnya daripada dehidrasi kannnn.. πŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s