Cuitan Sebulan Bersama (pt. 1)

Cuitan ya ini namanya karena kayaknya postingan blog kali ini, bukan berupa rangkaian kata yang seamless dan uwooow seperti biasanya (yaelah emg biasanya jg gak uwooow juga kaliii) hahahaha..

Cuitan pertama di blog (yang niatnya blog bijak nan puitis yang luar biasa keren tapi gagal), sepertinya akan mengenai sebulan pertama setelah menikah (Dengan orang yang supppeeeer kalem tapi boong).

Pak Suami yang dirahasiakan namanya (tapi terpampang nyata di instagram saya) ini adalah suami yang bagi beberapa orang kalem dan dewasa. Namun setelah beberapa lama hidup dengannya saya tahu betul bahwa pak suami ini orangnya seru, menyenangkan, lucu, dannnnnn sungguh mudah untuk dijatuhcintai (bahasa apa iniiii hahahaha). Ya sebagian besar akan membalas dengan “yaiyalah situ kan masih honeymoon phase”.

Ya Alhamdulillah honeymoon phase kita memang in a very happy mode dan excited mode karena memang so far kami sangat bahagia (pak suami, bapak bahagia kan? awaaaas kalo jawabnya mikiiirrr *loh kok). Ya kan serem kan kalo honeymoon phase saya cerita kalo pernikahan saya horror, ribut terus, bete2 terus, lempar2an piring, tabung gas, dll. NAUDZUBILLAH MINDZALIK kaaannn kalo begitu.

Ya pak suami ini punya pertanyaan yang lucu ketika awal2 tinggal bersama.

Suami : “Bu, kamu kalo cuci piring pas kapan?”

Saya : “Abis makan ya cuci piring sih”

Suami : “Oh ok aku juga gitu deh….”

Dih, emang harusnya kapan? hahahah pasti ditumpuk baru dicuci kaaan. dan sekarang prestasi terhebatnya adalah pak suami sungguh rajin cuci piring. Cocok dia jadi duta sunlight gantiin Rafi Ahmad. *hadiahi dengan kecupan

Semoga saja ya semoga.. kita selalu sama-sama. Sama-sama bahagia, sama-sama seru, dan sama-sama berusaha untuk selalu bersama.

..

 

 

Tentang Rumah

Rumah tidak melulu mengenai sebuah bentuk dan jarak tempuh

Rumah bisa jadi adalah sebuah muara dari lelahnya keseharian, renyahnya tawa, cemerlangnya mimpi, sembuhnya rasa sedih, hapusan air mata, kompromi, kaitan dua kelingking tanda maaf, dan terjalinnya rasa saling menyayangi

Rumah adalah sebuah rasa

di mana kita menyisip kopi harapan di depannya, mengisinya dengan rasa syukur, untuk kemudian menghiasinya dengan doa dan lantunan pujian pada sang maha

sembari duduk berdua bertukar cerita bersamanya yang berjanji pada-Nya untuk selalu bersama

 

 

-untuknya 😉