Mom’s quotes

Bersyukur maka bahagia Kak, bukan Bahagia kemudian baru bersyukur

Advertisements

Everything is changing (or should be changed) by the age

pic from lifehack.org
pic from lifehack.org

I will be 26 on next July.

Rasanya waktu begitu cepat berlalu sehingga belum sempat quarter life crisis eh saya sudah akan melewati quarter life itu ahaha dodol sekali. Saya mulai sadar akan hal itu karena secara tidak sengaja membaca artikel di http://forevertwentysomethings.com/2015/02/27/13-signs-you-are-26/. Setelah membaca artikel itu saya jadi mengangguk angguk sendiri sambil senyum-senyum terus sadar

“Lah tahun ini kan gue 26 tahun? T____T and I feel exactly the same like the article..”

Sekarang saya cukup malas pergi pergi haha hihi kecuali sama teman-teman dekat dan adik saya. Saya mulai agak membatasi diri untuk sekedar ngobrol ngobrol sama orang yang tidak dekat untuk membicarakan hal hal ala kadarnya. Saya lebih memilih untuk ngobrol dan pergi dengan orang-orang yang sangat dekat dengan saya karena saya akan merasa nyaman membicarakan hal-hal yang bahkan random sekalipun. Penting bagi saya untuk menghabiskan waktu dengan orang-orang yang membuat nyaman karena setelah ngobrol dengan mereka rasanya hati menjadi lebih kaya 🙂

Saya juga mulai malas membeli hal hal di luar kepentingan. Saya mulai memikirkan untuk membeli barang untuk investasi bukan sekedar konsumsi. Karena “keterpaksaan” investasi tiap bulan, maka saya harus membatasi konsumsi saya pula setiap bulannya. Terlebih karena saya juga memiliki clothing line maka saya juga membatasi membeli baju. Saya lebih memilih jahit sendiri. Untuk makanan saya mulai memilih untuk masak masak sendiri karena saya mulai merasakan senengnya belanja bahan makanan, mengolahnya menjadi penganan enak, kemudian mencicipinya bersama orang-orang tersayang :9.

Bersyukur bersyukur bersyukur dan bersyukur. Belajar belajar belajar dan belajar. Dua hal tersebut adalah prioritas saya saat ini. Saya sedang belajar tentang-Nya lebih dalam, belajar untuk menjadi hamba-Nya yang lebih taat, belajar untuk benar-benar mengerti aturan-Nya, untuk kemudian mengaplikasikan segala hal yang saya pelajari tersebut di dalam kehidupan nyata. Hasilnya? Langkah saya jauh lebih ringan dan hidup saya berjalan dengan alur yang jelas. Saya mencoba untuk selalu bersyukur atas hal hal yang saya dapatkan dari-Nya bahkan tanpa saya pinta. Sedang walaupun doa saya saat ini belum terlihat secara kasat mata dikabulkan, saya yakin Dia sedang membangun jalan terhebat dan terindah untuk mengabulkan doa saya. Berprasangka baik akan segala kehendak-Nya juga membuat saya tidak sabaran kemudian gusar. Saya nikmati saja saat saat saya berdoa dan berusaha. Saya ikuti saja petunjuk demi petunjuk yang Dia berikan. Saya jalani saja nikmat hidup yang Dia berikan sambil terus berbuat baik untuk diri sendiri dan sesama. Saat waktunya datang, saya yakin itu waktu terbaik bagi-Nya 🙂

Ah.. rasanya semakin lama saya semakin sering berfikir serius tentang ke mana saya melangkah, tentang apa yang akan saya lakukan hari ini. Kayaknya saya memang jalan 26 deh. Atau mungkin saya mengalami quarter life crisis dan baru sadar pas nulis ini? Yaaah apapun itu, semakin bertambahnya umur saya rasa semakin besar penghargaan atas waktu, semakin besar rasa untuk menghabiskan waktu dengan hal hal yang bermakna. Walaupun mungkin case ini hanya berlaku untuk saya dan beberapa orang. Rasanya bukan hak saya untuk menghakimi itu salah atau benar. Saya juga tidak bilang apa yang saya lakukan patut dicontoh dan sepenuhnya benar.

Saya rasa semua orang punya caranya masing-masing untuk meraih apa yang dinamakan aktualisasi diri.

Wassalam 😉