Latest Visit : Thai Alley Pacific Place

Assalamualaikum!

Hello Bellooooo…

Sekarang saya mau review salah satu restaurant yang khusus menyajikan makanan Thailand bernama Thai Alley. Thai Alley ini terletak di Pacific Place lantai 5, tepatnya di sebelah Din Tai Fung.. 🙂 Kalau nggak tahu juga Din Tai Fung di mana, saya saranin tanya satpam aja ya.. >:p

Sebenernya saya bukan pecinta masakan Thailand, simply karena saya agak trauma ketika pertama kali makan makanan Thailand ini di suatu restaurant di Jakarta juga. Saya pesan makanan yang harganya lumayan, tapi isinya kuah santan doaaaang dengan ayam yg cuman dikasih seikhlasnya. Jadinya sejak saat itu (semester pertama kuliah) saya menolak kalo diajak makan makanan Thailand.

Hal ini berlanjut sampai kerja sehingga akhirnya saya sempat training ke Bangkok 2 kali. Di sana, saya harus dong makan makanan Thailand dan rasanya ternyata enaaaaak.. banget. sempet sih salah makan, dengan makan makanan tenda terus diare, tapi overall makanan Thailand ternyata enak, spicy, dan pas buat lidah orang Indonesia walau agak asam. Saya juga suka bangeeeet sama Mango Sticky Rice (awalnya) tp krn kayak yang hampir tiap hari makan itu makanan, saya jd agak bosan sekarang..

Ok, lanjut ke Thai Alley ajalah yaaa.. kebiasaan Intermezzo saya mah (naon). Jadi sebenernya ke Thai Alley untuk sekedar chit chat catching up sama 2 teman kuliah saya dulu tanpa ada harapan ditraktir (boooong ding, sebenernya ngarep). Tapi krn salah satu teman saya dipromote, maka akhirnya saya dan teman saya satu lg ditraktiiirrrrr (horeee). Alhamdulillah rejeki anak sholeh.. (karena pas cek menu, harganya lumayan mahaaaal.. muahahaha ehh perempuan harus manis ketawanya, jd muihihihi)

Langsung review makanannya aja ya. Karena kami anak kalap Indonesia (dan saya yg ngakunya (pingin) diet juga emg suka kalap mesen makanan walaupun berakhir begah dan nyesel) kami pesen mayan banyak.

1. Chicken Pandan — > Ini rasanya enak banget dan per bungkus pandan ukurannya gede, padahal biasanya kecil loh bahkan di Thailandnya sendiri. Rasanya pun kayak rempah, ga terlalu basah tp juga ga terlalu kering. Dari semua chicken pandan yang pernah saya makan, chicken pandan di Thai Alley inilah yang paling memorable enaknya.
2. Tom Yam –> Pedes Asem Segar. Tiga kata itulah yang menjelaskan rasa tom yam ini. Gak terlalu istimewa tapi segar. Sea Foodnya berlimpah begitu juga ayamnya. Kuahnya hangat dan pedas. Cocok dimakan dikala musim hujan. Saya sendiri merasa kalau belum makan Tom Yam berarti ya belum makan makanan Thailand.

3. Pad Thai –> Banyak dan enak. Ini Pad Thai porsinya super duper jumbo. Rasa Pad Thai memang unik karena rasanya yang asam dan pedas. Saya selalu suka dengan rasa pad thai yang segar dan spicy. I personally love Pad Thai and any kind of Pad Thai will be great for me :p

4. Suatu makanan berkuah santan campuran rasa soto betawi dan opor. –> I totally forget the name of this menu. Teman saya yang pesan menu ini, dan saya baru ngeh ketika dia semi berteriak “Mieeeeek.. ini lohhh makanan enak banget, manis manis gurih… kayak soto betawi campur tom yaaam.. lo gak mau?”. Makanan ini cukup mengingatkan akan makanan penuh santan yang saya makan dulu. Not a fan of this menu. Tapi mungkin jika saya ga secara subyektif menilai rasa makanan ini berdasarkan trauma saya dulu, rasanya cukup enak sih.. :d

5. Brokolli bawang putih –> Cukup segar, cukup enak, cukup tidak merasa bersalah ketika makan itu. Bawang Putihnya besar-besar banget dan brokolinya segar. Surprisingly rasa bawang putihnya cukup enak walaupun saya pikir rasanya akan aneh. Aneh sih, tapi enak. hehehehe.

Dessert :
1. Mango Sticky Rice –> Dulu, pertama kali saya coba menu ini di Bangkok, saya merasa ini menu yang sangat aneh. Gimana gak aneh kalo potongan Mangga disajikan dengan ketan dan santan? Aneh banget dan saya terbayang rasanya yang amburadul. Ternyata setelah suapan pertama, saya sangat suka paduan rasa ketan, mangga, dan santan yang ada pada menu ini. Selama beberapa kali (padahal cuman 2 kali) saya ke Bangkok, ini adalah menu yang saya pasti pesan dan bawa pulang (walaupun pas pulang bentuknya udah acakadul amburadul). Di Thai Alley, teman saya yang pesan menu ini. Saya hanya icip-icip saja. Rasanya enak tapi mangga-nya ga sememorable mangga di Bangkok sana. Porsinya besar. Bagi kalian yang belum pernah coba, kalian harus coba Mango Sticky Rice.

CYMERA_20141125_222652

2. Es Krim Kelapa (kalo di Bangkok dijual di pinggiran kayak es krim keliling yang ada di Jakarta) –> E.N.A.K. Rasa manisnya ga berlebihan dan kacang yang ada sebagai taburan menambah semarak rasa dari es krim kelapa ini. Sajian yang simpel ala pinggir jalan Bangkok pun membuat rasanya sangat sederhana tapi memorable. Kalau ke sini lagi (dan dengan harapan dibayarin lagi) tentu saya akan pesan menu ini lagi :9

CYMERA_20141125_222831

 

Maaf beribu maaf jika saya mention nama makanannya dengan penamaan ala saya sendiri. Sejujurnya saya ini tipe pelupa terlebih nama makanan Thailand itu aneh-aneh sekali. Dari beberapa restoran Thailand yang ada di Jakarta, ini adalah restoran Thailand kedua yang saya sukai (setelah Kuppa di Plaza Indonesia yang sudah tutup 😦 ). Kalau Kuppa porsinya kecil-kecil, di Thai Alley ini porsinya super mega besar.

Sekian ulasan Thai Alley dari saya.

Berikut gambar menu Thai Alley yang saya ambil dari http://www.culinaryconcepts.asia/thaialley/

thai_alley_web

Selamat makaaaan..

salam omnomnomnomvoraaa

Wassalam.

Advertisements

Doa Kami

“Gaji saya memang tidak terlalu besar.. tapi Alhamdulillah Allah mencukupi kebutuhan saya beserta keluarga. Memang ada beberapa teman yang gelap mata memakan uang suap damai, uang suap, uang keamanan. Tapi ada juga yang tegas menolak.. Kami sadar, uang panas ujung-ujungnya akan membakar.

Membakar kehormatan kami

Membakar institusi kami

Membakar anak-anak kami

dan akhirnya membakar diri kami nanti..

Jaman rasul, menggelapkan sepotong baju atau jarum saja bisa masuk neraka, bagaimana dengan uang suap berkali-kali.

Saya juga takut, suatu ketika terbawa arus.. Saya ingin mengundurkan diri.. tapi.. di Indonesia ini, bagian mana yang benar-benar bersih..

Jadi saya bertekad untuk bertahan berladang kebajikan di institusi ini..

Mungkin golongan seperti kami tidak terlihat masyarakat.. tapi Allah melihat….

Aaamiin.. semoga kami bisa terus berusaha menjadi pelayan negara yang baik, bukan sekedar pengemis berseragam yang memiliki banyak harta kekayaan namun harga diri hanya secuil.

diucapkan oleh seorang Polisi di buku 99 Pesan Nabi karya vbi_djenggoten

Random Post about Acne Cover

Assalamualaikum!

Hello Bello

Sejak mulai makan makan sehat dan mengurangi makan lemak dan karbo terlalu banyak, entah kenapa wajah saya malah jadi tumbuh jerawat beberapa. Kesel? Gak lah… gak salah lagi. Terlebih lagi tangan saya suka gatel untuk menyentuh, menekan-nekan, dan memecahkan jerawat itu. Alhasil, bukannya cepet ilang, kulitnya malah jadi iritasi. Akhirnya saya pun diberikan saran oleh teman di tempat saya dulu bekerja untuk menggunakan Nexcare Acne Cover.

Ini serius bukan iklan, saya hanya ingin berbagi solusi buat teman-teman yang punya permasalahan yang sama dengan saya.

Nexcare Acne Cover ini akan mengcover tonjolan jerawat kita dengan bentuknya yang bulat kecil. Dia akan menyerap cairan di jerawat kita yang meradang (bisa nanah, bisa cairan bening putih yang saya gatau itu apa [apa nanah juga? ahaha]). Nah dipakenya biasanya malam hari biar ga malu jugaaa itu ada apa nempel di muka. Dipakai selama 8 jam dan didiamkan. Besok pagi, covernya akan berwarna putih, dan jerawatnya agak kempes (pecah kayaknya tapi ga iritasi).

Nexcare Acne Cover ini cocok buat jerawat yang sudah matang atau mau matang (biasanya ada tonjolan putihnya). Kalo jerawat yang belum keliatan “mata”nya biasanya sihhh ga ngaruh pake Nexcare ini.

nexcare

pic source : female daily

Selamat mencobaaaa..:)

Semoga gak jerawatan lagi yaaaaaa..hihihi

Wassalamualaikum..

My Favo Headscarf Fabric Revealed!

Assalamualaikum wr. wb.

Helloo Belllooooo..

Saat pertama saya pake hijab, saya cukup brute force dalam membeli scarf. Segala warna segala motif dari yang masuk akal sampe ga masuk akal saya beli. Dari sekedar jilbab paris segiempat sama sisi sampai pashmina panjang saya beli. Setelah melewati perjalanan coba coba model hijab yang sesuai dipakai dan tentunya inshaAllah mencover apa yang harus dicover (walaupun saya akui belum sempurna), akhirnya saya menemukan style memakai headscarf andalan dan bahannya yang juga nyaman.

Saya mau share bahan dan style hijab yang biasa saya pakai karena ada beberapa yang suka nanya dan suka minta tutorial (mieeeek, situ artis????) kadang di jalan suka ada yang nanya.. ahaha.. jadi saya mau share aja di blog ini. Semoga teman-teman yang sudah lama berhijab, baru berhijab, atau inshaAllah akan berhijab bisa terbantu oleh postingan blog saya ini hehehe 😉

Bismillaaah.. saya mulai yaaa..

Di postingan kali ini, saya akan bahas dari sisi bahan dulu. Ada beberapa jenis bahan headscarf dari katun paris yang biasa dipakai dari jaman sekolah, chiffon cerutti dari yang diamond sampe yang gak diamond (apasih haha), sampe pashmina turki. Saya gak jago pake jilbab paris biasa karena gatau kenapaaa malah jd make banyak bgt pin. Saya gak suka pake pashmina turki karena kayaknya BLEK banget gituuu tebelnya gasuka (alasan yang mengada ada karena org lain banyak yang suka), saya gak suka pake chiffon cerutti karena liciiiinnnn, kecuali kondangan, saya jaraaang banget pake cerutti. Nah, berikut bahan headscarf yang daily saya pakai 🙂

Bahan Headscarf :

1. Viscose 65:35

6535 ciscose

pic source : @rafilla_store instagram

kenapa suka : Nggak menerawang, warnanya washed dan lembut, panjang dan lebar karena ukurannya 200 x 150 juga biasanya

harga pasaran : 85000-100000 (tergantung tempat)

bisa dibeli di : @heaven_lights, @rafilla_store, @raiastore

2. Viscose 70:30

7030 viscose

pic source : femaledaily.com

kenapa suka : Nggak menerawang, warnanya bold jadi ok kalau buat yang suka warna cerah dan bold, panjang juga lebar karena ukurannya 200 x 150 biasanya.

harga pasaran : 85000 – 100000 (tergantung tempat)

bisa dibeli di : @heaven_lights, @rafilla_store, @raiastore

3. Katun Jeruk

katun jeruk

pic source : @maimamaima13 instagram

kenapa suka : Gak licin (tapi agak sedikit menerawang sihhhh untuk bbrp warna), simpel, gak berat, effortless kalo make ini gak perlu banyak pin.

harga pasaran : 60000 – 750000 (tergantung tempat)

bisa dibeli di : @maimamaima13 @rashwal

Naahh sekian dulu post saya terkait bahan bahan hijab yang saya pakai setiap harinya dan kalo kata orang Sunda mah enakeun..hehehe (padahal saya bukan orang Sunda sih..). Kalo bagi saya yang penting mah nyaman, ga licin, adem, lumayan lebar, dll. Harga memang ga sebanding sama jilbab paris yang 10000an tapi overall saya sangat suka dengan bahan-bahan yang saya bahas di atas hehehe.

I will share about the style as soon as possible yaaa..

hopefully this post can help you all women out there to find your signature hijab fabric yang sesuai syariah, cover apa yang harus dicover, dan inshaAllah berproses menjadi semakin baik 🙂

Adios Muggles!

Wassalam.

Latest Favo : Marugame Udon

I am officially udon-ed after I ate udon at Marugame Udon.

Saya sebenernya gak gitu suka sama varian Ramen dan Udon karena menurut saya udah bayar mahal, rasanya hambar dan enakan mie instan kari ayam pake telor sama cabe rawit ahahaha.. (duuhh jadi kangeen makan mie instan.. udah 4 bulan detox makan mie instaaan.. hiks). Tapi untuk udon di Marugame Udon ini saya nyerah sih. Saya kasih pengecualian karena rasanya yang menurut saya enaaaaaaaak banget. Memang agak sedikit mencurigakan karena bagi yang kenal saya, di kamus saya cuman ada enak sama enak banget. Ahihihi.

Saya sering sekali ke Marugame Udon sama adik saya. Dia juga salah satu remaja Indonesia yang suka banget makan Udon. Baginya Udon di Marugame Udon adalah Mood Booster. Karena kami memang-memang anak-anak Indonesia yang kalo udah suka sama satu menu di satu restoran tuh suka susah move on dan berakhir makan itu-itu aja, saya cuman bisa review beberapa menu utama Udonnya. Yang sering gonta-ganti kami pesan itu biasanya Tempuranya.

Ok, langsung masuk ke penjelasannya saja yaa (maafkan kalo saya cerita, suka kebanyakan intermezzo lala lili)

Di Marugame Udon terdapat 3 jenis menu yang paling utama :

1. Udon

2. Nasi

3. Tempura

Saya nggak pernah makan nasinya, soalnya di rumah saya mah nasi bisa swasembada. Nasi di Marugame pun memang sebatas nasi kari. Jadi saya pesan Udon sama tempura. Udonnya macem-macem. Ada yang pake kuah, ada yang gak pake kuah tapi pake telur ikan oranye (yang saya lupa itu dari ikan apa) gitu sama telor sama kremes (ada tuh bahasa kerennya kremes tapi saya lupa apa), ada juga yang Udon pake kuah dingin (dan karena saya rasa itu aneh pisan, saya gak pesen)

Ini menu yang biasa saya dan adik saya pesan :

Saya : Mentai Kamatama Udon + Chicken Chilli Tempura + Prawn tempura + Sama sate tempura yang saya lupa namanya

Adik : Niku Udon + Prawn Tempura + Egg Tempura + Sate tempura yang saya lupa namanya apa

Please banget jangan komen kalo tempuranya banyak amat, karena kami memang kalap kalo ke sini. Karena ini tipenya kayak prasmanan, jadi ambil baru bayar, ketika sampe depan tempura-tempura yang bergelimpangan, kan dosa kalo ga diambil (ngarang amat sih miek).

Ohiya satu menu lagi yang pernah dipesen kami berdua yaitu Curry Udon. Curry Udon ini jujur rasanya enaaaaaak dan nyamnyam gitu. Adik saya nyesel karena ga pernah pesen menu itu sebelumnya.

Bagi kalian yang ngakunya Udon addict, kalian harus coba marugame udon. Kalian harus coba Egg Tempura dengan telur yang dalemnya orange dan setengah matang tapi ga amis. Kalian harus coba Chilli Chicken tempuranya yang fresh dan enaaak banget. Kalian harus coba udon lembut dan kuahnya yang gurih tapi ga berlebihan.

Ini menu menu di Marugame Udon

Marugame Udon

Saya ingin post gambar, hanya saja dari tadi, gambarnya gak bisa diupload. Padahal angle gambarnya abal abal banget. Hahaha nanti kalo saya udah gak fakir internet connection, saya akan edit post ini yaa.. Karena takutnya lama, kalian bisa google sajaaa (eh ini sebenernya blog saya ada yang baca gak sih ahahaha..)

Selamat mencobaaa..

Adios Muggles!

Daily Gratitude

Assalamualaikum!

Hello belloooo..

Setiap orang pasti pernah merasa sedih. Setiap orang pasti pernah merasakan bagaimana gelapnya ketika berada di titik terendah. Ketika menangis tak lagi menyembuhkan, ketika kata penghibur dari kawan tak lagi menenangkan, ketika segala daya dikerahkan namun gravitasi selalu mengembalikan kita ke titik terendah itu.

Saya juga pernah berada di titik itu. Rasanya? Jangan ditanyaaaaa ahahaha.. tapi seiring berjalannya waktu, saya terus bereksperimen untuk tak lagi mudah tertarik gravitasi tersebut. Salah satu eksperimen yang ingin saya bagikan untuk pelan pelan lepas dari rasa galau (kalo kata anak sekarang mahhh) tersebut adalah rasa syukur. Kalau bahasa ala negeri Obama-nya mah Gratitude.

Lembaran hari yang terganti membuat saya sadar bahwa bergelut di titik terendah tersebut dengan tangis dan keluh tidaklah bijaksana. Sebagai muslim saya mencoba untuk merenungi isi dari Al Quran untuk kemudian saya sadar bahwa berkali kali disebutkan di beberapa ayat untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT..
Bahwa setiap harinya kita diberikan rahmat, happiness, dan rizki yang tak terhitung banyaknya..

Bahwa salah satu kunci hidup tenang adalah dengan selalu menjunjung rasa syukur tersebut.

Dasar sayanya emang suka sok tau dan baragajul, saya suka ngelawan dan bertanya lagi “Emang apa aja sih? Kayaknya hidup saya gini gini aja.. Kayaknya kalo dibandingin hidup si A saya ga ada apa apanya.. Kayaknya hidup saya datar2 aja..” Kannnnn bandel kannn? ahahaahah..

Lalu saya diskusi dengan teman saya sebut saja Edelweis (karena kalo Melati kesannya korban kriminal).

“Bukannya bangun tiap hari itu, udah blessing ya miek? Bukannya oksigen yang sekarang kamu hirup itu blessing ya? Terus bukannya sekarang kamu bisa makan mie enak banget ini juga blessing?” Edelweis berkata polos sambil ngunyah mie teriyaki.

Saya diam dengan pongo. Tak bisa menjawab lebih lanjut. Kemudian terlintas hal dodol di pikiran saya..

“Iya sih..jadi kepikiran, kalo gitu mulai sekarang, at the end of the day I will count all the blessings from Him.. to say gratitude.. to feel blessed..” ujar saya semangat.

“Setuju sih, tp emang bisa diitung ya?” tanya Edelweis lagi2 tanpa intensi tertentu.

Pertanyaan tersebut terjawab langsung besoknya. Saya coba hitung blessing dari Allah satu demi satu.. tapi selalu saja ada yang ketinggalan, ada yang barus ditambahkan, ada yang harus disempurnakan.. gak pernah lengkap..

misalkan :
1. Terima Kasih saya telah dibangunkan oleh-Mu pagi ini
2. Terima kasih telah diberikan oksigen untuk dihirup pagi ini
3. Terima kasih telah diberikan sarapan yoghurt dan roti yang enak pagi ini
4. Terima kasih bos saya nggak galak hari ini
5. Terima kasih baju Hermosa ada yang beli hari ini
6. Terima kasih hari ini macetnya masih masuk akal jadi saya nggak telat rapat.
daaaaaaan banyak lagi.

One blessing led to to another blessing kayak domino dan saya jadi sadar lagi bahwa He is the greatest designer. Dan bodoh sekali untuk terus mengeluh, menangis, mendegenerasi diri sendiri, menyia-nyiakan detik demi detik blessing yang Dia berikan..

Ayo mulai hitung blessing yang Allah berikan tiap hari.. untuk boost lagi semangat kita, untuk berterima kasih pada sang pencipta yang Maha Kuasa, untuk sadar bahwa sesungguhnya di hari yang menurutmu paling buruk sekalipun, kalau kamu buka mata, hati, telinga, dan seluruh indera, terdapat ribuan bahkan mungkin jutaan rahmat-Nya yang Dia berikan pada kita dengan cara-Nya. 🙂

Happy counting!
Happy thanking!

Adios 🙂

Life Simply + Act Simply : Simple Happiness

Assalamualaikum!

Hello Bellooo!

I think, to be happy, to be great for environment, to make people happy, and to feel good about ourself, we don’t need to wait to be a manager, a congressman, or even a president. Just do simple things.

Be Silly, Be Honest, Be Kind.. those are things I always try to do everyday.

Anywaaaay..

While I was pinterest-ing (what kind of language is this), I bumped into this picture. I think I want to share it to you all.. Here are several little things you can do to make a change. it seems small but it can make a domino effect if everyone do it, rite?

Pic from s293.photobucket.com

promise