Va-Ca-Ti-On Mode : Soon to be activated

Tomorrow I will have a short getaway to………….

………………………………………………………………….

Bandung. (Halah cuman Bandung). Tepatnya ke daerah Seugal Heurang.

Bagi saya walaupun “cuman” Bandung, liburan kali ini sangat saya tunggu tunggu karena saya udah lama ga liburan, ga wisata kuliner, ga ngobrol ngalor ngidul sama teman teman sampai ketiduran, ga ketawa, ga matiin HP, ga matiin internet, dan ga merefresh segala macem hal di kepala saya. Hopefully liburan kali ini menyenangkan. hihihi. Saya juga lagi butuh liat ijo ijo dan adem adem karena sejujurnya lagi ga ada ide design. seriusan. kayak designer block.

Aaaaah I need one short getaway tooo much with good friends, good laugh, good music, good food.. sambil menikmati keindahan ciptaan Allah SWT dan mengucapkan ribuan syukur pada-Nya πŸ™‚

Will post some review about the place sooooon!

clear head

Adios Muggles!

Semaikan Ribuan Doa

Scroll scroll facebook setelah sekian lama ga diurus, akhirnya gak sengaja ngeliat status Mulki, temen sebangku jaman SMA kelas 2. Dari dulu, Mulki ini memang baik banget dan rajin mengkaji agama. Kalau saya waktu SMA masih baragajul ga jelas pulang sekolah beli komik ke Gramedia, nonton di Setia Budi, Mulki sepertinya sudah rajin mengkaji ilmu islam dan memperkuat pengetahuannya dan keyakinannya akan Islam. Mulki selalu jadi tempat saya dulu cerita, belajar bareng, dan manyun manyun karena Mulki itu orangnya sabaaaaar banget. Sudah cukup lama putus komunikasi karena saya kuliah di Depok dan Mulki kuliah kedokteran di Semarang, saya pun hampir saja lupa atas banyaknya hal hal yang telah Mulki ajarkan ke saya waktu SMA. Misal ketika Mulki meminta saya untuk gak cengeng hanya karena nilai jelek dan juga jangan bolong Salat hehehe.

Mulki pun lagi lagi muncul dengan caranya yang kebetulan tapi ngena. Dengan status facebook. Status facebook yang membuat saya tersenyum membacanya dan semakin bersemangat untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Bahwa segala proses menuju kebaikan tidak akan pernah sia sia. Yang sia sia adalah kalau jalan di tempat dan memilih Β untuk menutup mata, telinga, dan hati karena sudah asyik dan nyaman dengan kondisi saat ini.

Ini dia status facebooknya πŸ™‚

_20141029_094003

Semaikan ribuan doa, saling mendukung untuk berproses menjadi lebih baik.

Bismillah πŸ™‚

credit to : Mulki Rachmawati

Kangen (sekali) Menulis

Ya, saya kangen sekali menulis. Bukan menulis blog. Bukan menulis surat. Bukan pula menulis nota dinas kerjaan (dasar pegawai negri). Saya kangen menulis novel atau puisi atau cerpen atau sekedar rangkaian quotes manis buatan sendiri. Ya, saya kangen merangkai kata kata serius.

Kegiatan menulis saya mulai sejak SMP. Saya punya buku bermerk Sinar Dunia yang isinya adalah semacam “novel” buatan saya. I wrote it by my own hand. Temanya gak jauh-jauh dari cinta monyet ala remaja tapi sweet (menurut saya dulu sih sweet, kalo skrg saya ketawa kali ya bacanya). Dulu saya boleh berbangga hati karena buku saya beredar antar kelas. Banyak yang menunggu kelanjutan cerita yang saya tulis. Banyak yang ngefans sama karakter yang saya tulis. Saat itu kalo ada yang bilang “Mieke, mana lanjutannyaaa? Penasaraaaan?” “Mieke, kok si A gitu siiihhhh…” saya udah ngerasa kayak J.K. Rowling atau J.R.R. Tolkien.

Kesenangan saya menulis berlanjut hingga SMA. Semakin sering dan rajin menulis karena beberapa kali cerpen saya berhasil diterbitin Kawanku dan Gadis. “Buku” dekil, novel buatan saya pun tetap beredar antar kelas dan punya penggemar sendiri. Sampai akhirnya saya naik kelas 3 dan harus mempersiapkan SPMB untuk masuk FKUI tapi gagal dan akhirnya masuk Fasilkom UI. Saya juga sempat ikut lomba tulis novel atau novella tapi belum beruntung kayaknya. Gaya penulisan saya memang bukan yang puitis kayak Paulo Coelho. Saya cenderung menulis apa adanya keseharian tanpa banyak pretensi menjadi orang lain. :p

Saat kuliah, saya harus masuk jurusan yang saya sendiri ga ada ide akan belajar apa. Saya susah payah beradaptasi dengan segala kode kode program, matematika, software engineering, database, dan hal hal geek lainnya. Saya pun bertemu dengan beberapa teman yang lumayan suka menulis dan saat itu (salahnya saya) saya down karena mereka kurang mengapresiasi karya saya yang yaaaa chicklit dan mainstream banget. Memang sih rangkaian kata mereka lebih wah ala ala sastrawan hehehe. Dan saya pun berhenti menulis. ya, berhenti menulis karena takut dengan judgement mereka dan malas dikritisi. Sampai suatu saat di klub film kampus, ada tugas untuk menulis skenario film pendek. Saya pun iseng menulisnya walaupun saya mikir kalo pastinya teman-teman saya juga nanti yang bakal dipilih. They are good.

Singkat cerita. Skenario saya dipilih. Cerita saya akan dijadikan film pendek. HORE!

tapi sayangnya………. filmnya ga jadi karena ga ada dana. DANG! hahaha yasudahlah, saya cukup puas kok dengan dipilihnya naskah saya, karena itu berarti I still have the mojo! the mojo to write.

Masuk ke semester terakhir saya pun ngeblog tapi yaa ngeblog ga serius. Masuk dunia kerja bahkan saya berhenti ngeblog karena mereka bilang blog saya kayak Golden Ways. Lagi lagi salahnya saya. Saya dengerin banget omongan orang.

Lately, saya mulai berpikir bahwa saya ga akan bisa ngatur pola pikir dan preferensi orang. Saya ga akan bisa menyenangkan semua pihak. But I surely can make my self happy. Bahagia dengan sederhana. Dan menulis membuat saya bahagia. Saya pun memutuskan untuk menulis lagi. Walaupun menulis hal-hal ga penting yang orang juga males bacanya. but at least I have a place to be my self, to put everything in my head. Jadi saya mulai aktif menulis di blog ini.

Nextnya pingin bisa nulis cerita lagi.. Β nulis novel lagi. I promise I’ll put the excerpt here πŸ™‚

ADIOS!

Have a joyful life, Muggles!

The one you feed

I read this quotes in #88lovelife instagram. Then I tried to google it.
This is quite good for opening ur day (whether it’s gonna be bad or good – you choose)

well I adore quotes too much.

Here it is :

An old Cherokee is teaching his grandson about life.

“A fight is going on inside me,” he said to the boy.
“It is a terrible fight and it is between two wolves. One is evil – he is anger, envy, sorrow, regret, greed, arrogance, self-pity, guilt, resentment, inferiority, lies, false pride, superiority, and ego.” He continued,
“The other is good – he is joy, peace, love, hope, serenity, humility, kindness, benevolence, empathy, generosity, truth, compassion, and faith. The same fight is going on inside you – and inside every other person, too.”

The grandson thought about it for a minute and then asked his grandfather, “Which wolf will win?”

The old Cherokee simply replied,

“The one you feed.”