Visi, Misi, dan Bersyukur

“Hidup itu cuma sekali dan Cuma sebentar. Kuncinya bersyukur dan nikmati hidup. InsyaAllah gak akan ada stress sama penyakit yang mondar mandir, Gusti Allah itu baik” –Bapak Tua

Saya orang yang dulunya cukup ambisius. Apa juga saya bikin target. Target mau sekolah di mana, kuliah di mana, kerja di mana, tugas mau selesai kapan, dll. Lama-lama hal seperti itu kok jadi kayak membebani sekali dan jadi bikin semakin galau tiap harinya. Apalagi yang namanya gagal seringkali mencolek-colek tanpa kenal lelah dan akhirnya nangis. Hahaha. Semakin banyak berharap, semakin banyak mencoba, ketika ujung-ujungnya tujuan itu hanya menjulurkan lidahnya dan mengatakan “Bye, kamu gagal” kayaknya kok ya drooooop banget.

Ketika diberikan waktu luang untuk sekedar berpikir dan menikmati hidup (mendapatkan social life yang selama ini kurang saya dapatkan) saya jadi bisa belajar lumayan banyak yaaa walaupun kadang-kadang masih nargetin juga sih (hidup tanpa target kan gak bagus juga ya :p). Saya jadi inget, almarhum kakek saya pernah bilang waktu kecil kalau “Hidup itu cuma sekali dan cuma sebentar, Kuncinya bersyukur dan nikmati hidup. InsyaAllah gak akan ada stress sama penyakit yang mondar mandir. Gusti Allah itu baik.”

Waktu kecil sih saya asik aja nonton SailorMoon pas kakek yang saya panggil “Bapak Tua” ngomong begitu. Manalah saya ngerti. Tiba-tiba tadi malam saya keinget sama quote itu dan suara bapak tua terngiang-ngiang. Saya jadi sedih sekaligus tertampar 🙂

Selama ini saya dan mungkin banyak orang terlalu banyak memiliki target hidup tanpa misi yang jelas, terlalu banyak visi tanpa misi yang ok. Akhirnya kesel sendiri dan gak ada satupun dari visi itu yang didapat. Mungkin kita harus lebih bersabar membuat misi misi yang mumpuni untuk mencapai visi visi itu sendiri. lebih baik membuang waktu untuk menyusun misi yang ok daripada membuang waktu untuk menyesali.

Ketika semua yang telah diusahakan menemukan jalan buntu, gak ada salahnya untuk nangis ngeraung-raung sebentar untuk kemudian tidur dan bangun pagi dengan segar, menentukan visi dengan misi baru. Jangan lupa bersyukur tiap saat agar Tuhan gak kapok kasih rejeki.

Halah mieke… ngomong opo toh iki… hahaha too much thougths in my head. I’m starting to babble here and there. Thank you Bapak Tua for opening my mind.

Advertisements