Berbesar Hati – easy to say, difficult enough to do.

Well, I can say that I’m not in my best era now. I keep stumbling down since the end of last year till now. I have to lose many things, many dreams. I have to recreate my plan and postpone my thesis. Hmm.. Some people is right, too much expectation will lead you too a bunch of dissapointment and that hurts. 

Hmm God can’t use facebook to poke us. God poke us in real life, in any problem and even any happiness we had.

Di setiap masalah yang kita punya, kita hanya bisa berterima kasih atas apa yang diberikan. Mau ngeluh juga gak bisa kan? Kita bukan hidup buat masa lalu. Waktu yang sudah terbuang mana bisa dipungutin satu-satu. There is no such a thing like a Time Loop. There is no looping in life. No Undo. No  Ctrl+Z. Ketika roda hidup lagi di bawah bawaannya kita adalah orang paling sial dan ujung-ujungnya merasa iri atas kebahagiaan dan keberhasilan orang lain.

Berbesar hati. Hal yang selalu diajarkan kakek dan ibu saya sejak kecil. Pelajaran bahwa Tuhan udah ngasih seseorang kebahagiaan dan penderitaan dengan porsi masing-masing. ADIL. Saya juga sering bilang ke temen saya yang sedih dari duluuuu “Berbesar hati saja…” Tapi kenyataannya berbesar hati itu susah banget. Rasa ngilu karena gagal, rasa sedih karena banyak hal, dan galau karena kebangun di malam hari terus mikir macem-macem bisa bikin keinginan untuk berbesar hati itu sekedar wacana.

Mau nangis gerung-gerung sambil maki-maki. Mau curhat sama sahabat atau orang tua kok rasanya belum puas. Yang bisa mengatasi itu hanya diri sendiri, karena yang memunculkan rasa sendu itu ya diri sendiri. Karena kemampuan untuk berbesar hati dikembalikan pada diri masing-masing individu. Rasa sakit hati dan iri yang buat ya diri sendiri. rasa galau juga. Bukannya jelek, tapi memang kalau manusia ya harus punya rasa itu dan tentunya punya rasa untuk mengatasinya. Ada masalah pasti ada solusi. Ada sedih pasti ada senang,

“Berbesar hati, karena ketika satu pintu kebahagiaan ditutup, pasti ada pintu lain yang terbuka. Tuhan punya cara yang berbeda untuk membuat manusia ciptaannya bahagia. Jalan yang berbeda, pintu kesempatan yang berbeda.”

I post it cause now I feel that. Berusaha berbesar hati semampunya. Ketika mungkin semua orang berjalan lurus saya harus jalan memutar. Walaupn lebih lelah, lebih lama, namun pasti akan sampai ke tempat yang sama. Apalagi ketika lewat jalan yang lebih jauh, akan lebih banyak pemandangan yang dilihat, pengalaman dan pelajaran hidup yang didapatkan.

Percaya saja kalau rencana Tuhan itu baik.

Advertisements